Oleh: Nadaa Ummu Hadin

Resah hati orangtua hari ini melihat kondisi generasi. Makin lama makin jauh dari Islam. Anak-anak kita rentan terpengaruh dengan berbagai pemikiran, gaya hidup dan sistem sekuler liberal. Sejak usia dini bahkan. Mulai dari omongan yang tidak ahsan, hedon dengan berbagai kesenangan materi, akhlak buruk miskin adab, hingga terjebak perundungan, tawuran, pergaulan bebas antar jenis dan sesama jenis, narkoba, pencurian, pembunuhan, dan lainnya. Sungguh memiriskan setiap mata melihatnya.
Generasi itu anak-anak umat, anak-anak kita. Patut dan penting kita pedulikan masa depannya. Karena merekalah generasi pemimpin penerus peradaban manusia, peradaban umat Islam. Apatah mungkin memimpin umat, bila memimpin dirinya sendiri dengan kesadaran hakikat dirinya sebagai hamba ciptaan Allah SWT saja, dia masih alpa. Bagaimana dia bisa berfaidah bagi orang di sekitarnya sedangkan dirinya sendiri masih tersia-sia.
Maka siapa pun yang peduli nasib generasi, wajib berbuat untuk menyelamatkan anak-anak ini. Dimulai dari pendidikan yang diberikan pada mereka. Dimulai dari keluarga, didukung oleh masyarakat sekitar dan ditegakkan dengan aturan negara. Tidak bisa sendiri untuk mendidik generasi.
Mari memulainya dari mengoptimalkan peran keluarga. Orangtua berkewajiban mendidik anak-anaknya menjadi sholih-sholihah yang taat kepada Allah SWT. Menjadikan anak-anaknya berkepribadian mulia dengan Islam. Maksudnya memiliki pola pikir berdasarkan Islam dan pola sikap berdasarkan Islam. Adapun peran yang bisa dilakukan orangtua dalam pendidikan keluarga diantaranya:
- Pertama, orangtua berperan sebagai guru bagi anak-anaknya. Sekolah pertama bagi anak-anaknya, mulai dari mengajari makan, minum, tengkurap, berjalan, berbicara. Semua diajarkan sebelum anak masuk ke lembaga pendidikan yang membantu orangtua mendidik anak-anaknya.
Diawali dengan mengenalkan konsep aqidah Islamiah, mengenal siapakah yang menciptakan seluruh manusia, alam dan kehidupan? Ya, Sang Maha Pencipta itu tidak lain hanyalah Allah SWT al-khaliq al-mudabbir (Maha Pencipta dan Maha Pengatur). Bisa dibuktikan melalui berbagai keteraturan yang melekat pada berbagai benda dan makhluk yang ada di sekitar anak. Seiring dengan pengenalan konsep aqidah tersebut, juga mengenalkan dan membiasakan ucapan-ucapan dzikir, berdoa, ibadah sholat, dan lainnya. Termasuk kebiasaan menutup aurat, berkata ahsan dan berbagai ketaatan lainnya.
- Kedua, orangtua berperan menjadi teladan dalam mendidik ketaatan. Ketika orangtua ingin anaknya rajin sholat lima waktu di Masjid, maka orangtua lah yang duluan mencontohkannya. Lebih dari sekedar berkata, tapi perbuatan lebih megena menjadi teladan bagi anak.
- Ketiga, orangtua memberikan nafkah yang halal. Karena setiap yang dimakan dan diminum akan menjadi darah dan daging. Nafkah dari pekerjaan yang haram akan mempengaruhi jiwa anak-anaknya. Maka penting untuk memastikan bahwa hanya yang halal yang diberikan pada anggota keluarga. Akan memudahkan mendidik anak-anaknya menjadi sholih-sholihah.
- Keempat, orangtua mencari partner lembaga pendidikan Islam yang bisa membantu mendidik anak-anaknya. Karena tidak semua hal bisa diajarkan orangtua secara langsung kepada anak-anaknya. Orangtua membutuhkan bantuan. Sekolah-sekolah Islam dengan kurikulum berbasis aqidah islamiah menjadi pilihan terbaik. Meski seringkali biayanya lebih besar, orangtua berkorban demi pendidikan anak-anaknya.
- Kelima, orangtua senantiasa belajar menambah ilmu-ilmu Islam khususnya mendidik anak berdasarkan Islam. Agar sejalan dengan dinamika mendidik anak yang dihadapi hari ini. Semakin bertambah ilmu, semakin banyak bekal untuk mendidik anak dengan problematika yang makin berkembang hari ini. Di era teknologi 5.0 yang serba digital, tantangan mendidik generasi makin beragam.
- Keenam, orangtua mesti banyak bersabar dan berdoa. Di tiap lantunan doa yang dialamatkan pada Sang Pemilik Hayat, Allah SWT maka sebutlah nama anak-anak kita. Yakinlah Allah SWT akan mengabulkan tiap pinta hamba-Nya. Bersabarlah ketika anak-anak belum sesuai seperti yang diharapkan orangtua. Karena pendidikan adalah proses, seringkali butuh waktu yang panjang untuk mencapai hasilnya. Anak-anak kita pun sedang berproses untuk menjadi sholih-sholihah taat kepada Allah SWT dan berkepribadian mulia dengan Islam.
Semoga kita bisa menjalani peran sebagai orangtua yang terbaik dalam mendidik anak-anak kita. Semoga Allah memudahkan tiap urusan kita mendidik anak-anak kita. Menjadi amal sholih yang pahalanya senantiasa mengalir dan menjadi sumbangsih kita mencetak generasi Islam pemimpin umat mewujudkan peradaban Islam masa depan. Wallahu a’lamu bi as-showwab.[]
